ADAPTASI KEBIASAAN BARU BAGI ANAK

dr. Rini Sulviani, Sp. A, M.Kes
Dokter Spesialis Anak RSUD R. Syamsudin, SH. Kota Sukabumi 

Wabah Covid-19 menuntut kita untuk melakukan adaptasi kebiasaan baru (AKB). Senyum ceria sikecil untuk sementara ini harus tertutup masker. Berbagai kekhawatiran dan ketakutan sebagian besar orang tua pada adaptasi kebiasaan baru ini. Sudah cukup amankah anak- anak ketika mulai beraktifitas kembali di luar rumah dan sederet pertanyaan lainnya muncul saat adaptasi kebiasaan baru mulai dilaksanakan. Perubahan pola hidup pada masa adaptasi kebiasaan baru juga menjadi kesulitan tersendiri tidak hanya bagi anak-anak tapi orang dewasa. Anak-anak tidak lagi bebas untuk bermain, bercengkrama dan mengeksplorasi dunia luar. Lalu apa saja yang harus dilakukan saat anak mulai beraktifitas diluar rumah? Wabah Covid-19 menuntut kita untuk melakukan adaptasi kebiasaan baru (AKB). Senyum ceria sikecil untuk sementara ini harus tertutup masker. Berbagai kekhawatiran dan ketakutan sebagian besar orang tua pada adaptasi kebiasaan baru ini. Sudah cukup amankah anak- anak ketika mulai beraktifitas kembali di luar rumah dan sederet pertanyaan lainnya muncul saat adaptasi kebiasaan baru mulai dilaksanakan. Perubahan pola hidup pada masa adaptasi kebiasaan baru juga menjadi kesulitan tersendiri tidak hanya bagi anak-anak tapi orang dewasa. Anak-anak tidak lagi bebas untuk bermain, bercengkrama dan mengeksplorasi dunia luar. Lalu apa saja yang harus dilakukan saat anak mulai beraktifitas diluar rumah?

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mengeluarkan anjuran pada tanggal 17 Juni 2020 mengenai aktivitas anak diluar rumah. IDAI memandang perlu untuk mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan penuh kesadaran untuk mencegah penularan infeksi Covid-19. Mengingat sulitnya menerapkan pencegahan penularan infeksi pada anak, maka disarankan untuk mengikuti anjuran, yaitu:

  1. Saat ini, IDAI menganjurkan anak- anak untuk tetap berada di rumah.
  2. Setiap orang tua yang kembali dari aktivitas diluar rumah wajib melepas dan membersihkan semua pakaian serta perangkat yang digunakan atau dibawa (alas kaki, telepon genggam, tas, jaket, kantung belanja, dll) kemudian mandi dan keramas sampai bersih sebelum melakukan kontak dengan anak.
  3. Orang tua dan keluarga tidak membawa anak ke tempat umum seperti taman, pusat rekreasi atau pusat perbelanjaan atau berkumpul membentuk kerumunan seperti taman bermain, tempat penitipan anak, kursus dan sebagainya.
  4. Tidak disarankan untuk menunda imunisasi, terutama bagi bayi dan anak yang masih sangat muda. Anak yang imunisasinya sempat tertunda sebaiknya direncanakan imunisasi kejar.
  5. Jika anak terpaksa dibawa keluar rumah dalam keadaan mendesak, maka :  
  • a. Anak tetap harus menjaga jarak fisik sejauh 2 meter
  • b. Anak dan orang dewasa dianjurkan menggunakan masker.    
  • c. Jika penggunaan masker tidak bisa dilakukan maksimal, maka dapat ditambahkan penggunaan 
  •      face shield (pelindung wajah).
  • d. Menggunakan penghalang sesuai alat yang dipakai saat bepergian, seperti menggunakan kereta
  •     dorong dengan penutup pada anak usia 2 tahun.
  • e. Sementara tidak mengunjungi orang yang sakit.
  • f. Melakukan cuci tangan  atau kebersihan tangan sesering mungkin.
  • g. Menghindari memegang mulut, mata dan hidung.

Perlindungan terbaik saat ini adalah mencegah paparan infeksi dengan tetap berada di rumah.

Semoga kita tetap sehat dan terhindar dari penularan penyakit selama pandemi.(AF)